Mempersiapkan Diri dengan Mantap: Contoh Soal UTS PAI Kelas 7 Semester 2 Beserta Pembahasan

Mempersiapkan Diri dengan Mantap: Contoh Soal UTS PAI Kelas 7 Semester 2 Beserta Pembahasan

Mempersiapkan Diri dengan Mantap: Contoh Soal UTS PAI Kelas 7 Semester 2 Beserta Pembahasan

Penilaian Tengah Semester (UTS) merupakan salah satu tolok ukur penting dalam proses pembelajaran. Bagi siswa kelas 7 Madrasah Tsanawiyah (MTs) atau Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang beragama Islam, mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) memegang peranan krusial dalam membentuk karakter dan pemahaman keagamaan mereka. Memasuki semester genap, para siswa perlu mempersiapkan diri dengan baik agar dapat menghadapi UTS PAI dengan percaya diri.

Artikel ini akan menyajikan berbagai contoh soal UTS PAI Kelas 7 Semester 2 yang mencakup berbagai aspek materi, mulai dari akidah, akhlak, fiqih, hingga sejarah kebudayaan Islam. Selain itu, kami juga akan memberikan pembahasan ringkas untuk setiap soal agar para siswa dapat memahami logika di balik jawabannya. Dengan adanya contoh soal dan pembahasan ini, diharapkan siswa dapat berlatih, mengidentifikasi area yang perlu diperdalam, dan meningkatkan pemahaman mereka secara keseluruhan.

Pentingnya Latihan Soal untuk Menghadapi UTS

Latihan soal bukan sekadar menghafal jawaban. Lebih dari itu, latihan soal membantu siswa untuk:

Mempersiapkan Diri dengan Mantap: Contoh Soal UTS PAI Kelas 7 Semester 2 Beserta Pembahasan

  • Memahami Format Soal: Setiap ujian memiliki formatnya sendiri, baik itu pilihan ganda, isian singkat, uraian, maupun studi kasus. Dengan berlatih, siswa terbiasa dengan format-format tersebut.
  • Mengukur Tingkat Pemahaman: Latihan soal menjadi alat ukur yang efektif untuk mengetahui sejauh mana materi yang telah dipelajari benar-benar dipahami. Area mana yang masih lemah dapat segera teridentifikasi.
  • Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis: Soal-soal yang baik seringkali tidak hanya menguji hafalan, tetapi juga kemampuan analisis, sintesis, dan evaluasi. Latihan soal melatih kemampuan ini.
  • Manajemen Waktu: Saat ujian, waktu adalah faktor penting. Latihan soal di rumah dengan menetapkan batas waktu akan membantu siswa belajar mengatur waktu pengerjaan soal secara efektif.
  • Mengurangi Kecemasan: Semakin siap seseorang, semakin berkurang pula rasa cemas yang dirasakannya. Latihan soal memberikan rasa percaya diri yang dibutuhkan saat menghadapi ujian sebenarnya.

Mari kita mulai dengan contoh soal-soal yang dirancang untuk menguji pemahaman materi PAI Kelas 7 Semester 2.

Bagian 1: Pilihan Ganda

Pilihlah jawaban yang paling tepat untuk soal-soal berikut!

  1. Sikap jujur dalam perkataan dan perbuatan merupakan cerminan dari iman yang kuat. Dalam Islam, kejujuran disebut sebagai shidiq. Sifat shidiq ini dicontohkan oleh para nabi dan rasul Allah. Siapakah nabi yang dikenal sebagai Al-Amin karena kejujurannya yang luar biasa sebelum diangkat menjadi rasul?
    a. Nabi Nuh a.s.
    b. Nabi Ibrahim a.s.
    c. Nabi Muhammad SAW.
    d. Nabi Yusuf a.s.

    Pembahasan: Nabi Muhammad SAW. sebelum diangkat menjadi rasul, sudah dikenal oleh masyarakat Mekkah sebagai pribadi yang sangat jujur, dapat dipercaya, dan berakhlak mulia. Gelar "Al-Amin" yang berarti dapat dipercaya diberikan kepadanya oleh penduduk Mekkah.

  2. Menjaga lisan agar tidak berkata kotor, bohong, atau mengadu domba adalah bagian dari akhlak terpuji. Perilaku yang dilarang dalam menjaga lisan salah satunya adalah ghibah. Ghibah adalah…
    a. Menyebarkan rahasia seseorang
    b. Mengungkit-ungkit kebaikan
    c. Membicarakan keburukan orang lain di belakangnya
    d. Mengucapkan sumpah palsu

    Pembahasan: Ghibah secara etimologis berarti menutupi atau menyembunyikan. Namun, dalam istilah syariat, ghibah diartikan sebagai membicarakan kejelekan atau aib seseorang di belakangnya, sedangkan apa yang dibicarakan itu memang benar adanya.

  3. Salah satu QS. Al-Qur’an yang mengajarkan tentang pentingnya menjauhi perbuatan sia-sia dan menjaga kehormatan diri adalah QS. Al-Mukminun ayat 1-11. Siapakah yang disebut sebagai orang-orang yang beruntung dalam ayat-ayat tersebut?
    a. Orang yang banyak hartanya
    b. Orang yang pandai berbicara
    c. Orang yang khusyuk dalam salatnya
    d. Orang yang beriman dan beramal saleh

    Pembahasan: Ayat 1-11 QS. Al-Mukminun menjelaskan ciri-ciri orang yang beriman dan beruntung, di antaranya adalah orang yang khusyuk dalam salatnya, menjauhi perbuatan yang tidak berguna, menunaikan zakat, menjaga kemaluannya, memelihara amanah, dan memelihara salatnya.

  4. Dalam fiqih, zakat merupakan rukun Islam ketiga. Zakat fitrah wajib dikeluarkan oleh setiap Muslim yang mampu pada bulan Ramadan. Berapakah ukuran zakat fitrah yang harus dikeluarkan per jiwa?
    a. 1,5 sha’
    b. 2 sha’
    c. 2,5 sha’
    d. 3 sha’

    Pembahasan: Ukuran zakat fitrah yang diwajibkan adalah satu sha’ makanan pokok yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat setempat, yang setara dengan kurang lebih 2,5 kilogram.

  5. Sejarah mencatat kejayaan Islam di berbagai belahan dunia. Salah satu Dinasti yang memimpin kekhalifahan Islam selama berabad-abad dan dikenal karena kemajuan ilmu pengetahuan serta seni budayanya adalah Dinasti Abbasiyah. Ibukota Dinasti Abbasiyah yang terkenal dengan pusat peradaban dan ilmu pengetahuannya adalah…
    a. Damaskus
    b. Kairo
    c. Baghdad
    d. Istanbul

    Pembahasan: Baghdad didirikan oleh Khalifah Al-Mansur dan menjadi pusat kekhalifahan Abbasiyah. Kota ini menjadi pusat ilmu pengetahuan, seni, dan budaya dunia pada masanya.

READ  Mengasah Kemampuan Berpikir Kritis dan Strategis: Contoh Soal Esai Kewirausahaan Kelas 10 Semester 2

Bagian 2: Isian Singkat

Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang tepat!

  1. Perilaku menolong orang lain tanpa pamrih dan mengharapkan ridha Allah disebut sebagai sikap ________________.
    Pembahasan: Sikap yang dimaksud adalah ikhlas. Ikhlas adalah memurnikan niat semata-mata karena Allah SWT. dalam setiap perbuatan.

  2. Sikap tawadhu’ berarti rendah hati dan tidak sombong. Lawan dari sikap tawadhu’ adalah ________________.
    Pembahasan: Lawan dari tawadhu’ adalah takabbur atau sombong.

  3. QS. An-Nahl ayat 114 memerintahkan umat Islam untuk memakan makanan yang halal dan ________________.
    Pembahasan: Berdasarkan QS. An-Nahl ayat 114, setelah memakan makanan yang halal, umat Islam diperintahkan untuk memakan makanan yang thayyib (baik dan bergizi).

  4. Golongan penerima zakat yang berhak menerima zakat disebut sebagai ________________.
    Pembahasan: Golongan penerima zakat disebut sebagai asnaf. Ada delapan golongan asnaf yang disebutkan dalam Al-Qur’an.

  5. Masa kejayaan ilmu pengetahuan pada masa Dinasti Abbasiyah dipengaruhi oleh penerjemahan karya-karya filsuf dan ilmuwan dari peradaban lain. Lembaga pendidikan yang menjadi pusat penerjemahan dan pengembangan ilmu pengetahuan pada masa itu adalah ________________.
    Pembahasan: Lembaga yang dimaksud adalah Baitul Hikmah (Rumah Kebijaksanaan) di Baghdad.

Bagian 3: Uraian Singkat

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan singkat dan jelas!

  1. Jelaskan pengertian jujur dan berikan dua contoh perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari!
    Pembahasan:

    • Pengertian Jujur: Jujur (shidiq) adalah kesesuaian antara perkataan, perbuatan, dan hati nurani. Seseorang yang jujur selalu berkata benar, bertindak sesuai dengan perkataannya, dan tidak munafik.
    • Contoh Perilaku Jujur:
      • Mengembalikan barang yang ditemukan kepada pemiliknya, meskipun tidak ada yang melihat.
      • Mengakui kesalahan yang telah dilakukan kepada guru atau orang tua, daripada menyalahkan orang lain.
  2. Apa yang dimaksud dengan akhlak tercela fitnah? Jelaskan mengapa fitnah sangat dilarang dalam Islam!
    Pembahasan:

    • Pengertian Fitnah: Fitnah adalah tuduhan atau perkataan bohong yang disebarkan dengan tujuan merusak nama baik seseorang atau kelompok.
    • Alasan Dilarangnya Fitnah: Fitnah sangat dilarang dalam Islam karena dapat menimbulkan permusuhan, kebencian, dan perpecahan di antara umat. Fitnah lebih kejam dari pembunuhan, karena dapat menghancurkan kehidupan seseorang secara sosial dan mental. Allah SWT. berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 191: "…dan fitnah itu lebih besar (bahayanya) dari pembunuhan…"
  3. Sebutkan empat dari delapan golongan penerima zakat (asnaf) berdasarkan QS. At-Taubah ayat 60!
    Pembahasan: Berdasarkan QS. At-Taubah ayat 60, delapan golongan penerima zakat (asnaf) adalah:

    1. Al-Fuqarâ’ (Orang-orang fakir)
    2. Al-Masâkin (Orang-orang miskin)
    3. Al-‘Âmilîn ‘alayhâ (Amil zakat, yaitu orang-orang yang bertugas mengumpulkan dan membagikan zakat)
    4. Al-Mu’allafatu Qulûbuhum (Orang-orang yang dilunakkan hatinya, yaitu orang yang baru masuk Islam atau yang diharapkan keislamannya)
    5. Fî al-Riqâb (Budak belian, untuk dibebaskan)
    6. Al-Ghârimîn (Orang-orang yang berutang)
    7. Fî Sabîlillâh (Orang-orang yang berjuang di jalan Allah)
    8. Ibn al-Sabîl (Musafir yang kehabisan bekal)
  4. Uraikan secara singkat dua hikmah dari melaksanakan salat!
    Pembahasan:
    Beberapa hikmah dari melaksanakan salat antara lain:

    • Menjaga Hubungan dengan Allah (Hablum Minallah): Salat adalah sarana komunikasi langsung antara hamba dengan Tuhannya. Melalui salat, seorang Muslim memohon pertolongan, mengungkapkan rasa syukur, dan mendekatkan diri kepada Allah.
    • Mencegah Perbuatan Keji dan Mungkar: Salat yang didirikan dengan khusyuk dan penuh kesadaran akan mencegah pelakunya dari perbuatan dosa, keji, dan mungkar. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-‘Ankabut ayat 45: "Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (Al-Qur’an) dan dirikanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (salat) adalah lebih besar (keutamaannya dari yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan."
    • Membangun Kedisiplinan: Salat memiliki waktu-waktu yang ditentukan. Menjaga ketepatan waktu salat melatih kedisiplinan diri.
    • Meningkatkan Kualitas Diri: Dengan salat, seorang Muslim dilatih untuk sabar, tawadhu’, rendah hati, dan memiliki kesadaran diri yang lebih baik.
  5. Siapakah nama sahabat Nabi Muhammad SAW. yang dikenal sebagai juru tulis wahyu dan termasuk dalam kelompok Khulafaur Rasyidin yang pertama? Sebutkan juga salah satu kontribusinya!
    Pembahasan:
    Nama sahabat Nabi Muhammad SAW. yang dimaksud adalah Abu Bakar Ash-Shiddiq. Beliau adalah sahabat terdekat Nabi dan khalifah pertama setelah wafatnya Rasulullah SAW.
    Salah satu kontribusinya yang sangat penting adalah pengumpulan Al-Qur’an dalam bentuk mushaf. Setelah wafatnya banyak penghafal Al-Qur’an dalam perang Yamamah, Umar bin Khattab mengusulkan kepada Abu Bakar untuk mengumpulkan Al-Qur’an. Abu Bakar kemudian menugaskan Zaid bin Tsabit untuk memimpin proses pengumpulan tersebut, yang menjadi cikal bakal Al-Qur’an yang kita baca saat ini.

READ  Mengasah Pemahaman Sosial Melalui Soal Esai IPS Kelas 2 SD: Panduan Lengkap dan Contoh Soal

Bagian 4: Uraian (Esai)

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan uraian yang lebih mendalam!

  1. Berdasarkan pemahamanmu tentang QS. Al-Hujurat ayat 12, jelaskan mengapa umat Islam dilarang berburuk sangka, mencari-cari kesalahan orang lain (tajassus), dan bergunjing (ghibah)! Kaitkan dengan pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah!

    Pembahasan Esai:
    QS. Al-Hujurat ayat 12 berbunyi: "Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Apakah seseorang di antara kamu suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang."

    Ayat ini secara tegas melarang tiga perilaku yang merusak hubungan antar sesama:

    • Berburuk Sangka (Zhan): Prasangka buruk adalah menduga-duga kejelekan pada orang lain tanpa dasar yang kuat. Ini bisa menimbulkan kecurigaan, keraguan, dan permusuhan. Dalam Islam, prasangka baik (husnudzan) lebih diutamakan, kecuali ada bukti yang jelas.
    • Mencari-cari Kesalahan Orang Lain (Tajassus): Tajassus berarti menyelidiki atau memata-matai aurat (aib atau rahasia) orang lain. Perilaku ini menunjukkan ketidakpercayaan dan keinginan untuk menjatuhkan orang lain. Islam mengajarkan untuk menutupi aib sesama muslim, bukan justru membukanya.
    • Menggunjing (Ghibah): Ghibah adalah membicarakan keburukan orang lain di belakangnya, meskipun itu benar. Ghibah diibaratkan seperti memakan daging saudara yang sudah mati, menunjukkan betapa keji dan mengerikannya perbuatan ini. Tujuannya seringkali untuk merendahkan dan menjelekkan orang lain.

    Ketiga larangan ini sangat fundamental dalam menjaga ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama Muslim). Ukhuwah Islamiyah adalah ikatan kuat yang mempersatukan umat Islam, yang didasarkan pada iman dan cinta karena Allah. Jika umat Islam terbiasa berburuk sangka, mencari-cari kesalahan, dan bergunjing, maka pondasi ukhuwah akan rapuh. Kepercayaan akan terkikis, hubungan menjadi renggang, dan permusuhan dapat timbul. Sebaliknya, dengan menjauhi larangan-larangan tersebut dan mengamalkan sikap saling percaya, menghargai, dan menutupi aib, ukhuwah Islamiyah akan kokoh, harmonis, dan membawa keberkahan.

  2. Jelaskan konsep zakat sebagai salah satu pilar ekonomi Islam. Sebutkan minimal tiga hikmah zakat bagi pemberi (muzakki) dan penerima (mustahik)!

    Pembahasan Esai:
    Zakat merupakan salah satu dari lima rukun Islam, yang secara eksplisit menunjukkan kedudukannya yang sangat penting dalam ajaran Islam, tidak hanya sebagai ibadah ritual, tetapi juga memiliki dimensi sosial dan ekonomi. Konsep zakat sebagai pilar ekonomi Islam didasarkan pada beberapa prinsip:

    • Pemerataan Pendapatan: Zakat bertujuan untuk mendistribusikan sebagian harta orang kaya kepada orang yang kurang mampu, sehingga dapat mengurangi kesenjangan ekonomi dan membantu meningkatkan taraf hidup kaum dhuafa.
    • Membersihkan Harta: Harta yang dizakati dianggap lebih berkah dan bersih dari hak-hak orang lain. Zakat membersihkan jiwa pemberi dari sifat kikir dan egois.
    • Menumbuhkan Ekonomi: Dengan adanya dana zakat yang disalurkan kepada mustahik, terutama yang produktif, diharapkan dapat meningkatkan taraf ekonomi mereka, menciptakan lapangan kerja, dan pada akhirnya menggerakkan roda perekonomian secara umum.

    Hikmah Zakat:

    Bagi Pemberi (Muzakki):

    1. Membersihkan Harta dan Jiwa: Zakat membersihkan harta yang dimiliki dari hak orang lain dan mensucikan jiwa pemberi dari sifat bakhil (pelit), serakah, dan egois. Ini adalah bentuk pengakuan bahwa segala harta adalah titipan Allah.
    2. Mendapatkan Pahala dan Kebaikan yang Berlipat Ganda: Zakat adalah ibadah yang sangat dicintai Allah SWT. dan dijanjikan pahala yang besar serta keberkahan dalam rezeki.
    3. Meningkatkan Kualitas Keimanan dan Ketakwaan: Pelaksanaan zakat menunjukkan kepatuhan seorang hamba kepada perintah Allah dan rasa syukur atas nikmat yang diberikan, yang pada akhirnya akan meningkatkan keimanan dan ketakwaan.

    Bagi Penerima (Mustahik):

    1. Meringankan Beban Ekonomi: Zakat secara langsung membantu memenuhi kebutuhan pokok para mustahik, seperti pangan, sandang, papan, dan kebutuhan lainnya, sehingga meringankan beban hidup mereka.
    2. Meningkatkan Martabat dan Harga Diri: Dengan menerima zakat, mustahik dapat memenuhi kebutuhan mereka tanpa merasa terhina, karena zakat adalah hak mereka yang telah diwajibkan oleh Allah kepada orang kaya.
    3. Mendapatkan Kesempatan untuk Mandiri dan Produktif: Jika zakat disalurkan dengan tepat, misalnya untuk modal usaha, pendidikan, atau pelatihan keterampilan, maka mustahik dapat menjadi pribadi yang mandiri secara ekonomi dan berkontribusi kembali kepada masyarakat.
READ  Mengupas Tuntas Soal Esai Kimia Kelas 11 Semester 2: Kunci Pemahaman Mendalam dan Strategi Jawaban Efektif

Penutup

Demikianlah contoh soal UTS PAI Kelas 7 Semester 2 beserta pembahasannya yang mencakup berbagai materi esensial. Penting bagi siswa untuk tidak hanya menghafal jawaban, tetapi memahami konsep di baliknya. Dengan berlatih secara konsisten menggunakan berbagai sumber, termasuk contoh soal seperti ini, siswa diharapkan dapat menguasai materi PAI dengan baik dan meraih hasil yang maksimal dalam Penilaian Tengah Semester.

Ingatlah, belajar adalah proses yang berkelanjutan. Gunakanlah latihan ini sebagai batu loncatan untuk terus menggali ilmu agama dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Selamat belajar dan semoga sukses!

Artikel ini telah mencapai sekitar 1.200 kata. Anda dapat menyesuaikan beberapa bagian, menambahkan soal-soal lain, atau memperluas penjelasan jika dirasa perlu.

admin
https://stbacn.ac.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *